SAJAK-SAJAK FAJAR TIMUR

Puisi Fajar Timur
ADALAH DINGIN

adalah dingin yang purna memaku kulitnya
tatkala gerimis tiba-tiba beringas menggamit tanah
sementara malam masih merajuk
karena pekat menindih kekasih hati: rembulan
tapi ia tetap tegar menyalang keheningan dengan lagu

O Gusti,
ia adalah opus yang menjelma gadis bermata pirus
sonata yang berjinjit di sepertiga bilah piano
notasi yang dicipta dari tetesan biji viola

“takperlu lagi namaku mampir di puisimu”
ya,  kau telah melebur, menjadi saripati
dari setiap nafas yang terjejal dalam nalam,
menjadi cetak biru bagi setiap huruf yang berlarian

Mei ini, genap duapuluhempat purnama
Selepas kita taklagi menjadi sajak utuh
Padahal kita dipertemukan oleh hujan yang sama
Di pematang yang kala itu terparut ego air sawah
Mekar Baru, Mei 2015



Puisi Fajar Timur
NOKTURNO I
Kepada Daun Bambu

ada zat yang takmampu diraba angin selain hijaumu
bersama darah, bergejolak di jantung
selalu, dan pasti ada di antara jeda rintihan kumbang.
malam ini, tuhan memainkan notasi hujan di c mayor
bukan untukmu, tapi kepadanya yang digigil asmara
selepas angin sore menggetarkan rindu hingga ujung wajahnya.
duri-duri halus di kulitmu, ikut bernyanyi
karena takselamanya bulir hujan membawa gamang
ada kesejukan di tiap kepaknya.
karena petir takselalu membuat gagap
ada cahaya yang diselipkan
di ronggarongga malam yang pekat.

Mekar Baru, Januari 2015 

Puisi Fajar Timur
NALAM
            :ibu

Bulan tergelincir, perempuan tua masih mengunyam doa. Di lintasan telapak tangannya, tasbih menggelinding. Terlontar ayat ke angkasa.

Perempuan tua pengunyam doa tengadah menahan lara. Tuhan terasa satu depa di muka. Takada perih yang lebih menguras sukma, dibanding kerinduan yang menguap tumpah. Matanya ia ganjal dengan dengan apa saja. Tak ingin pecah dukanya.

Pagi; Takada mentari sesuam kenangan. Ia pergi tuntaskan janjinya. Takada bara dalam hatinya, karena baginya neraka sudah membaur dengan dunia.
Mekar Baru, Maret 2015

Ilustrasi: Underwater Fireworks by Koto Koto


Tentang Penulis


Fajar Timur adalah mahasiswa tingkat akhir Jurusan PBI Untirta, Banten. Guru honorer di SMP BCK Cilegon. Wartawan dan penyunting surat kabar lokal Cilegon Post. Penggiat UKM Belistra, Kubah Budaya, Komunitas Bunga Padi, dan relawan Rumah Baca 0254. Cerpen, puisi, dan esainya ada dalam beberapa buku antologi dan surat kabar. Beralamat di Kp. Klebet, Ds. Gandaria, Kec. Mekar Baru, Kab. Tangerang, Banten. Kode Pos 15550. Sementara menetap di Link. Terate Udik, Kel. Masigit, Kec. Jombang, Kota Cilegon, Banten





Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama