Cerita Rakyat Situ Rawa Arum Ada, Setelah Meletusnya Gunung Krakatau


Gambar: @drone_banten

ILOVECILEGON - Situ Rawa Arum, salah satu tempat wisata di Kota Cilegon yang memiliki luas sekitar 12 hektare dengan panorama pegunungan yang indah dan lalu lalang kendaraan roda empat di Tol Cilegon-Merak.

Rawa ini nampak terbengkalai. Dimana, kawasan yang sebelumnya direncanakan pemerintah daerah menjadi lokasi wisata, bahkan digadang-gadang jadi miniaturnya Ancol bagi warga Cilegon.

Justru saat ini dikelola oleh salah satu lembaga swadaya masyarakat di Wilayah tersebut.

Padahal Rawa Arum memiliki sejarah atau cerita yang cukup unik untuk masyarakat  Kota Cilegon. Berikut kami ulas cerita rakyat ini.

Rawa Arum, desa yang terletak di Lingkungan Tegal Wangi, Kecamatan Grogol. Nama desa yang diambil  dari sebuah nama rawa yang ada didesa itu.

Dari banyaknya cerita masyarakat atau cerita rakyat, asal muasal terbentuknya Situ Rawa Arum itu karena proses alamiah dari letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 yang sangat dahsyat mengakibatkan tsunami begitu besar. Tsunami tersebut menenggelamkan beberapa wilayah yang sekarang lebih dikenal dengan nama Selat Sunda dan menenggelamkan banyak desa atau kampung, salah satunya adalah desa Rama Arum, desa yang dipimpin kala itu oleh seorang Ki Ageng Ireng.

Singkat cerita, setelah sekian lama banjir yang menenggelamkan pesisir Selat Sunda telah surut, namun ada sebuah desa yang masih digenangi air. Desa tersebut akhinya menjadi sebuah rawa yang banyak ditumbuhi bunga teratai, berbunga putih dan menebarkan wangi yang sangat harum.

Maka dari itu, Ki Ageng Ireng menyebutnya Rawa tersebut dengan nama Telaga Arum yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Situ Rawa Arum. | Adi Sudrajat

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama